Hari yang panas buat bulan dan bintang. Dua
gadis kecil itu berjalan dengan menutupi kepala mereka masing – masing. Kedua
sahabat ini sama – sama berasal dari desa Subur, sedangkan SD tempat mereka
menimba ilmu berada tiga kilometer jauhnya di pusat kecamatan sana . Kini mereka pulang sekolah dan harus
berjalan sejauh tiga kilometer di siang yang terik ini.
“Bintang, kamu capek nggak?” Tanya Bulan pada Bintang. Bintang pun menjawab, “Iya,
kita istirahat dulu, yuk!”
Mereka pun berteduh sejenak di bawah
pohon yang rindang. Setelah beberapa waktu, perjalanan ke rumah mereka
lanjutkan kembali.
Suatu hari, Bintang mengajak Bulan
untuk bermain. Bulan setuju, akhirnya keduanya kini menuju ke taman bermain
dekat rumah.
Tapi kali ini Bintang tak seperti
biasanya. Dia membawa uang banyak sekali. Bulan merasa sangat heran, karena
Bintang tak pernah membawa uang banyak – banyak seperti itu.
“Bintang, kamu bawa uang sebanyak
itu untuk apa?” Tanya Bulan. “Aku nanti mau beli es krim untuk kita berdua,
soalnya kan
capek habis main,” jaweb Bintang.
“Tapi Bintang,” kata Bulan lagi. “Kamu
yakin nggak akan lupa dimana
menyimpan uang itu? Baju kamu kan nggak ada sakunya.” “Tenang saja, aku
akan taruh uangku ini di bawah pohon bunga ini. Nanti sehabis main, kita
kembali lagi ke sini untuk mengambil uang ini lagi.” Kata Bintang.
Bintang yakin sekali kalau uangnya
akan aman selama disimpan di sana .
Setelah itu pun, Bintang dan Bulan akhirnya bermain bersama temannya yang lain.
Selama mereka bermain, ada salah
seorang dari mereka yang ingin beristirahat. “Teman – teman, aku istirahat
dulu, ya!” Kata anak itu.
Anak itu, Cepot namanya,
beristirahat sejenak. Ternyata ia berteduh tepat di dekat pohon tempat Bintang
menyimpan uangnya.
“Panas sekali,” kata Cepot, “Andai
saja ada uang yang tumbuh dari pohon ini.” Saat itu ia merebahkan tubuhnya di
rerumputan. Ketika kepalanya ia tolehkan ke samping, tanpa sengaja ia melihat
uang itu.
“Uang…! Ada uang jatuh dari pohon!” Teriaknya.
Anak itu kegirangan, akhirnya Cepot
mengambil semua uang itu, kemudian berlari menuju ‘abang – abang’ penjual es.
Bulan dan Bintang sudah lelah
bermain. Mereka kembali ke pohon bunga tadi dengan maksud mengambil uang
Bintang kembali. Tapi begitu mereka menghampiri pohon tadi, Bintang berteriak, “Uangku
mana?!! Bulan, kamu lihat uangku tidak?” Bulan pun menjawab,”Mana aku tahu. Aku
kan main sama kamu tadi.”
Setelah sekian lama mereka mencari –
cari uang Bintang yang hilang itu, Bulan dan Bintang tak dapat menemukannya. Mereka
pun langsung pulang ke rumah karena tak jadi membeli es. Dalam hati Bintang
merasa takut karena tahu ia akan dimarahi oleh ibunya setelah sampai di rumah
nanti karena menghilangkan uang jajannya.
No comments:
Post a Comment