Saturday, May 11, 2013

CERPEN ANAK

UANG BINTANG


            Hari yang panas buat bulan dan bintang. Dua gadis kecil itu berjalan dengan menutupi kepala mereka masing – masing. Kedua sahabat ini sama – sama berasal dari desa Subur, sedangkan SD tempat mereka menimba ilmu berada tiga kilometer jauhnya di pusat kecamatan sana. Kini mereka pulang sekolah dan harus berjalan sejauh tiga kilometer di siang yang terik ini.
            “Bintang, kamu capek nggak?” Tanya Bulan pada Bintang. Bintang pun menjawab, “Iya, kita istirahat dulu, yuk!”
            Mereka pun berteduh sejenak di bawah pohon yang rindang. Setelah beberapa waktu, perjalanan ke rumah mereka lanjutkan kembali.

            Suatu hari, Bintang mengajak Bulan untuk bermain. Bulan setuju, akhirnya keduanya kini menuju ke taman bermain dekat rumah.
            Tapi kali ini Bintang tak seperti biasanya. Dia membawa uang banyak sekali. Bulan merasa sangat heran, karena Bintang tak pernah membawa uang banyak – banyak seperti itu.
            “Bintang, kamu bawa uang sebanyak itu untuk apa?” Tanya Bulan. “Aku nanti mau beli es krim untuk kita berdua, soalnya kan capek habis main,” jaweb Bintang.
            “Tapi Bintang,” kata Bulan lagi. “Kamu yakin nggak akan lupa dimana menyimpan uang itu? Baju kamu kan nggak ada sakunya.” “Tenang saja, aku akan taruh uangku ini di bawah pohon bunga ini. Nanti sehabis main, kita kembali lagi ke sini untuk mengambil uang ini lagi.” Kata Bintang.
            Bintang yakin sekali kalau uangnya akan aman selama disimpan di sana. Setelah itu pun, Bintang dan Bulan akhirnya bermain bersama temannya yang lain.

            Selama mereka bermain, ada salah seorang dari mereka yang ingin beristirahat. “Teman – teman, aku istirahat dulu, ya!” Kata anak itu.
            Anak itu, Cepot namanya, beristirahat sejenak. Ternyata ia berteduh tepat di dekat pohon tempat Bintang menyimpan uangnya.
            “Panas sekali,” kata Cepot, “Andai saja ada uang yang tumbuh dari pohon ini.” Saat itu ia merebahkan tubuhnya di rerumputan. Ketika kepalanya ia tolehkan ke samping, tanpa sengaja ia melihat uang itu.
            “Uang…! Ada uang jatuh dari pohon!” Teriaknya.
            Anak itu kegirangan, akhirnya Cepot mengambil semua uang itu, kemudian berlari menuju ‘abang – abang’ penjual es.


            Bulan dan Bintang sudah lelah bermain. Mereka kembali ke pohon bunga tadi dengan maksud mengambil uang Bintang kembali. Tapi begitu mereka menghampiri pohon tadi, Bintang berteriak, “Uangku mana?!! Bulan, kamu lihat uangku tidak?” Bulan pun menjawab,”Mana aku tahu. Aku kan main sama kamu tadi.”
            Setelah sekian lama mereka mencari – cari uang Bintang yang hilang itu, Bulan dan Bintang tak dapat menemukannya. Mereka pun langsung pulang ke rumah karena tak jadi membeli es. Dalam hati Bintang merasa takut karena tahu ia akan dimarahi oleh ibunya setelah sampai di rumah nanti karena menghilangkan uang jajannya.

No comments:

Post a Comment